Sabtu, 03 Mei 2014

PERAN VITERNA MENCEGAH GANGGUAN PERNAFASAN PADA AYAM





Perkembangan peternakan ayam broiler di Indonesia sangat luar biasa, hal ini terkait dengan semakin tingginya permintaan daging ayam untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Kebutuhan daging ayam ras broiler (ayam pedaging) cenderung meningkat setiap tahun. Peningkatan kebutuhan ini sejalan dengan situasi perekonomian Indonesia yang terus bertumbuh. Konsumsi ayam ras pada tahun 2013 ini mencapai 2,2 miliar ekor. Jumlah tersebut naik 15,79% dibandingkan konsumsi ayam ras sepanjang 2012 sebanyak 1,9 juta miliar ekor (Kontan, 2013). Inilah potensi besar peternakan ayam broiler di Indonesia yang sangat diminati oleh masyarakat hingga saat ini.
Dari potensi yang luar biasa tersebut, hal yang masih menjadi kendala atau tantangan bagi peternak ayam broiler adalah serangan penyakit yang cukup sering pada ayam yang dianggap paling baik produktivitas sebagai ternak penghasil daging. Salah satu yang sering menyerang ayam broiler adalah penyakit pernafasan. Beberapa penyakit yang muncul dari gangguan pernafasan seperti CRD, Korisa, ND, AI dan IB. Tetapi penyebab gangguan pernafasan pada ayam bisa disebabkan 2 hal yaitu faktor non infeksius dan faktor infeksius (Medion, 2013). Faktor non infeksius seperti sirkulasi udara dalam kandang yang tidak lancar, kepadatan ayam yang terlalu tinggi, jarak antar kandang terlalu dekat, kandang terlalu dekat dengan tebing atau telalu banyak pepohonan sehingga mengakibatkan pembuangan udara kotor dan gas-gas beracun seperti amonia menjadi terhambat. Selain itu faktor non infeksius pada gangguan pernafasan bisa disebabkan karena pakan yang diberikan ke ayam tidak seimbang, terutama kadar protein dan garam.  Kadar protein dan garam yang tinggi pada pakan serta litter atau alas kandang yang terlalu basah memacu munculnya gas amonia yang akan mengganggu pernafasan ayam. Sedangkan gangguan pernafasan yang disebabkan oleh faktor infeksius terdiri dari serangan virus (ND, AI, IB dan ILT), bakteri (CRD, Korisa) maupun jamur Aspergillosis sp. (Medion, 2013)

TEKNIS BUDIDAYA KAMBING DOMBA

PENGGEMUKAN KAMBING-DOMBA (KADO)


PENDAHULUAN
Peternakan kambing dan domba Potong di Indonesia masih berskala kecil sehingga perlu diusahakan secara komersial dan intensif. Hal ini diperlukan karena adanya pertambahan penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya sekitar 1,24% dan semakin meningkatnya daya beli masyarakat. Kebutuhan daging selama ini belum mencukupi permintaan, ± 400.000 ton/tahun, sehingga masih mengandalkan impor daging. PT. NATURAL NUSANTARA  dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) berupaya menbantu budidaya kambing dan domba potong dengan sasaran peningkatan kualitas dan kuantitas daging.

PENGGEMUKAN
Penggemukan kambing / Domba adalah pemeliharaan kambing/domba dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan barata badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan)

JENIS_JENIS KAMBING DAN DOMBA
A. Kambing kacang ; Cirinya adalah badannya kecil dan relatif pendek, telinga pendek dan tegak, jantan dan betina memiliki tanduk, leher pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang hitam, coklat, merah atau belang hitam-putih.
B. Kambing Peranakan Etawah (PE)

  Sasaran utama dari kambing PE pada dasarnya adalah penghasil susu, tetapi dapat digunakan juga sebagai 
      penghasil daging, terutama setelah masa afkir. Ciri dari kambing ini adalah bagian hidung ke atas 


melengkung, panjang telinga antara 15-30 cm, menggantung ke bawah dan sedikit kaku, warna bulu bervariasi antara hitam dan coklat, memiliki bulu tebal dan agak panjang dibawah leher dan pundak (jantan), di bagian bawah ekor (betina)
A.    Domba Ekor Gemuk
Memiliki ciri bentuk ekor yang panjang, tebal, besar dan semakin ke ujung makin kecil; tidak mempunyai tanduk; sebagian besar bewarna putih, tetapi ada anaknya yang bewarna hitam atau kecoklatan
B.     Domba Ekor Tipis
Memiliki ciri tubuh yang kecil, ekor relatif kecil dan tipis, bulu bewarna putih, tidak bertanduk (betina), bertanduk kecil dan melingkar (jantan).

PEMILIHAN BIBIT
Bibit bakalan yang baik untuk pengggemukan adalah sebagai berikut : 
  1. umur antara 8 bulan – 1 tahun
  2. Ukuran badan normal, sehat, bulu bersih dan mengkilap, garis punggung dan pinggang lurus. 
  3. Keempat kaki lurus, kokoh dan tumit terlihat tinggi
  4. Tidak ada cacat pada bagian tubuhnya, tidak buta
  5. Hidung bersih, mata tajam dan bersih serta anus  bersih
    
PERKANDANGAN
Pada umumnya tipe kandang pada ternak Kado adalah berbentuk panggung, konstruksinya dibuat panggung atau di bawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Adanya kolong dapat menghindari kebecekan dan kontak langsung dengan tanah yang mungkin tercemar penyakit.


Lantai kandang ditinggikan antara 0,5 – 2 m. Bak pakan dapat ditempelkan pada dinding. Ketinggian bak pakan untuk kambing dan domba berbeda. Bak pakan untuk kambing dibuat agak tinggi, kira-kira sebahunya karena kebiasaan kambing memakan daun-daun perdu. Untuk Domba, dasar bak pakan horizontal dengan lantai kandang karena kebiasaan domba merumput. Lantai kandang dibuat dari kayu papan atau belahan bambu yang disusun dengan jarak 2-3 cm. Dengan demikian, kotoran dan air kencing mudah jatuh pada kolong, sementara tracak/kaki kado tidak terpelosok/terjepit.
Dasar kolong kandang digali sedalam ±20 cm dibagian pinggirnya dan 30-50 cm pada bagian tengah serta dibuatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran. Kotoran kemudian dapat diproses untuk menjadi pupuk kandang. Jagalah selalu kebersihan kandang.

PAKAN
Pakan utama yang umum diberikan berupa hijauan segar, seperti rumput, legum(daun lamtoro dan turi, dll) atau aneka hijauan (daun singkong (protein cukup tinggi), daun nangka dan daun pepaya). Khusus legume dan aneka hijauan sebelum diberi pada ternak sebaiknya dilayukan terlebih dahulu 2-3 jam dibawah terik matahari untuk menghilangkan racun yang ada dalam hijauan tersebut.
Selain pakan hijauan, dapat juga ditambah dengan pakan padat /konsentrat. Jenis yang dapat digunakan adalah bekatul, ampas tahu, ketela pohon (dicacah dahulu). Jenis pakan tersebut mudah dan murah dibeli dengan sumbangan yang cukup lumayan untuk kebutuhan nutrisinya. Kebutuhan setiap ekor kira-kira 3 kg per hari dengan komposisi 40% berkatul 40% ampas tahu dan 20% ketela pohon.Teknik pemberian konsentrat disarankan jangan bersamaan dengan hijauan,  karena pakan ini mempunyai daya cerna dan kandungan nutrisi yang berbeda dengan hijauan.  Jumlah pemberian konsentrat sekitar 1 kg / ekor/hari.
Catatan: Pemberian konsentrat disarankan diberikan saat kambing atau domba sudah banyak mengkonsumsi hijauan, tetapi belum terlihat kenyang.
    

Selain pemberian rumput dan konsentrat, masih dibutuhkan pakan pelengkap yang mengandung gizi ternak lengkap yang belum terdapat pada hijauan dan konsentrat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi ternak. Sehingga tujuan atau target dari budidaya ternak yaitu memiliki ternak dengan pertumbuhan optimal dan sehat dapat tercapai. Sebagai pakan pelengkap maka PT. NATURAL NUSANTARA mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus. Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh Kambing/Domba, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.

VITERNA Plus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :
  • Asam-asam amino esensial, yaitu Arginin, Hiistidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.
  • Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh kambing/domba dari serangan penyakit.
  • Mineral-mineral lengkap yaitu N, P, K,  Ca, mg , Cl dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme  dalam tubuh.

Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran pakan konsentrat dengan dosis : ±10  cc atau 1 tutup botol VITERNA /ekor/hari. Penambahan VITERNA Plus tersebut dilakukan pada pemberian air minum atau komboran yang pertama.

PENGENDALIAN PENYAKIT
Tindakan pertama yang dilakukan pada usaha pemeliharaan Kado adalah melakukan pencegahan terjangkitnya penyakit pada ternak. Beberapa langkah pencegahan adalah sebagai berikut : 
  • Lahan yang digunakan untuk memelihara Kado harus bebas dari penyakit menular.
  • Kandang Kado harus kuat, aman dan bebas penyakit. Apabila digunakan kandang bekas kado yang telah terserang penyakit, kandang cukup dicucihamakan dengan disinfektan, kemudian dibiarkan beberapa saat. Apabila kandang tersebut bekas kado sehat cukup dicuci dengan air biasa. 
  • Kado yang baru masuk sebaiknya dimasukkan  ke kandang karantina dulu dengan perlakuan khusus. Ternak yang diduga bulunya membawa penyakit sebaiknya dimandikan dan digosok dengan larutan sabun karbol, Neguvon, Bacticol Pour, Triatex atau Granade 5% EC dengan konsentrasi 4,5 gram/3 liter air. Untuk membasmi kutu, Kado dapat juga dimandikan larutan Asuntol  berkonsentrasi 3-6 gram/3 liter air.
  • Kandang dan lingkungan tidak boleh lembap dan bebas dari genangan air. Kelembapan yang tinggi dan genangan air mengakibatkan perkembangan nyamuk atau hewan sejenis yang menggigit dan menghisap darak ternak.
  • Dilakukan vaksinasi secara teratur. Vaksinasi bertujuan untuk mencegah terjangkitnya penyakit oleh Virus.
Beberapa penyakit yang dapat menyerang Kado adalah:
  1. Penyakit parasit (kudis, kutu, cacingan)
  2. Penyakit Bakterial (Antarks, Cacar mulut, Busuk Kuku)
  3. Penyakit Virus (Orf)
  4. Penyakit lain (Keracunan sianida, Kembung Perut, Keguguran).
Hal penting dalam pengendalian penyakit adalah meningkatkan kesehatan ternak dan kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya serta monitoring/pengamatan yang kontinyu pada ternak sehingga apabila terdapat gejala penyakit, segera dapat diketahui jenis penyakit tersebut dan cara pencegahan dan pengobatannya

PEMESANAN HUBUNGI 08233 100 7753 /PIN BB 7B5BCBE8

cara aplikasi viterna pada puyuh

Viterna Plus Merupakan Suplemen Pakan Ternak, Ikan dan Udang yang diolah dari berbagai macam bahan alami


Untuk Ayam Petelur dan Burung Puyuh :
  • 1 tutup botol VITERNA PLUS (12,5 cc) dicampurkan 10 liter air minum.
  • Berikan setiap 3 hari sekali.
  •  Waktu pemberian Pagi atau Sore hari.
Hub. 08233 100 7753 BB 7B5BCBE8

TEKNIS BUDIDAYA LELE



Petunjuk Teknis Budidaya Lele Organik
Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasanya yang lezat, dagingnya empuk, durinya teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu makanan. Dengan prinsip K-3 (Kualitas-Kuantitas-Kesehatan)Teknik Budidaya Lele ini semoga dapat membantu petani Lele dengan Teknologi dan Paket Produk Berbudidaya Lele.

Pembenihan Lele
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai ber ukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.
Sistem Budidaya Lele
Ada 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu : 

  1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu sehingga induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
  2. Sistem Pasangan. Menempatkan induk jantan dan betina pada kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk. 
  3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi). Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah (ovulasi) dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Sehingga perlu ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise dari jenis lele. 

Tahap Proses Budidaya Lele

A. Pembuatan Kolam Lele

Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :

  • Kolam tandon. Mendapatkan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton dan merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
  • Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri sekaligus tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
  • Kolam pemijahan. Tempat perkawinan induk maka harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata atau  bambu sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
  • Kolam pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas umur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan buatan.
B. Pemilihan Induk Lele
Induk jantan mempunyai ciri-ciri  :
  • tulang kepala berbentuk pipih
  • warna lebih gelap
  • gerakannya lebih lincah
  • perut ramping terlihat lebih kecil daripada punggung
  • alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina mempunyai ciri-ciri :
  • tulang kepala berbentuk cembung
  • warna badan lebih cerah
  • gerakan lamban
  • perut mengembang lebih besar daripada punggung
  • alat kelamin berbentuk bulat.
C. Persiapan Lahan / Kolam Tanah
Pengolahan lahan pada kolam tanah meliputi :
  • Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
  • Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang masih ada.
  • Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
  • Pemasukan air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dilakukan adalah :

  • Pembersihan bak dari kotoran atau sisa pembenihan sebelumnya.
  • Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air dapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama.

D. Pemijahan
Pemijahan adalah pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau).  Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas dan menjadi anakan lele
E. Pemindahan
Pemindahkan ke kolam pembesaran dengan cara :

  • kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
  • siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
  • samakan suhu pada kedua kolam.
  • pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
  • pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.
F. Pendederan
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

Manajemen Pakan 
Pakan anakan lele berupa :pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu    air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA+HRN atau VITERNA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

Manajemen Air
Ukuran kualitas air secara fisik
  • Air harus bersih.
  • Berwarna hijau cerah
  • Kecerahan transparansi sedang (30-40 cm)
  • Ukuran kualitas air secara kimia
  • bebas senyawa beracun seperti amoniak
  • mempunyai suhu optimal (22 – 26 oC).
menjaga kualitas air agar selalu optimal, pemberian pupuk TON  sangat diperlukan karena mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat yang mampu menyuburkan pakan alami, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan ke permukaan tanah kolam dan waktu pemasukan air baru atau sekurang kurangnya setiap 10 hari sekali.Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100 m2.
Manajemen Kesehatan
Pada dasarnya, anakan lele tidak akan sakit jika ketahanan tubuhnya tinggi. Anakan lele sakit banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek sehingga mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kualitas air dan pemberian nutrisi yang tinggi, sehingga  peranan TON, VITERNA  dan POC NASA dan HORMONIK sangat besar.Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai

pemesanan hubungi 08233 100 7753 / BB 7B5BCBE8

VITERNA Plus, Pupuk Organik Cair NASA yang terbukti LUAR BIASA


"Saya pribadi selaku distributor PT. NASA mengucapkan SELAMAT kepada ANDA karena belum banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui tentang kehebatan pupuk cair yang satu ini"



Viterna Plus Merupakan Suplemen Pakan Ternak, Ikan dan Udang yang diolah dari berbagai macam bahan alami hewan dan tumbuhan yang memberikan zat-zat yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan.
  • Meningkatkan pertambahan berat badan perhari (Average Dailly Gain / ADG) - Kualitas Daging - Kesehatan Ternak (Aspek K3).
  • Memacu Enzim-enzim pencernaan ternak.
  • Memberikan Mineral-mineral essensial maupun non essensial.
  • Memberikan berbagai macam nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan ternak, ikan dan udang (Protein, Lemak, Vitamin, dsb.)
  • Menambah kandungan asam-asam lemak di dalam rumen / lambung ternak.
  • Meningkatkan effisiensi dan efektifitas pakan / TDN.
  • Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.
  • Meningkatkan Nafsu Makan.
  • Mengurangi Bau Kotoran Ternak.
  • Produk Alami aman untuk ternak, ikan, udang dan lingkungan.

 Cara Pakai : 
  • Ternak Besar ; Sapi, Kerbau, dll : 5 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan  (komboran).
  • Ternak Kecil ; Kambing, Kelinci, dll : 4 cc perhari dicampurkan air minum atau pakan (komboran).
  • Ternak Unggas ; Ayam, Itik, dll. 1cc/liter air minum setiap hari sekali.
  • Perikanan ; Bandeng, Udang, Ikan Mas, Lele, Gurame, Patin, Nila, dll. 2-5cc/liter/kilogram pakan.
Catatan : dapat ditambahkan HORMONIK, 1 botol VITERNA Plus + 1-2 tutup HORMONIK.


Untuk Sapi atau Kambing?
OKE!

Ya, 3 macam kuncinya VITERNA + POC NASA dan HORMONIK.



Masih Kurang Buktinya?
Untuk ternak ayam juga OKE!


"dapat diaplikasikan juga untuk ternak bebek, entok, kelinci, unggas, ikan lele, ikan patin, ikan mas danternak-ternak yang lain."





Harga :
Wilayah Jawa : Rp. 45.000,-

Wilayah 1 (Ujung Pandang, Lampung, Palangkaraya, Bali, Banjarmasin, Balikpapan, Bengkulu, Palembang, NTB, Amuntai, Tanah Bumbu)  : Rp.47.000,-

Wilayah 2 (Kendari, Pontianak, Pekanbaru, Jambi, Padang, NTT, Medan, Bontang, Muara Teweh, Tarutung, Perawang, Tanah Grogot, Konawe, Kuala Kapuas, Pangkal Pinang) : Rp. 50.000,-

Wilayah 3 (Palu, Toli-Toli, Manado, Ambon, Banda Aceh, Ketapang, Kutai Barat, Berau, Sanggau, Tarakan, SIntang, Batam) : Rp. 52.500,-

Wilayah 4 (Jayapura, Manokwari, Sorong, Merauke, dan Maluku Utara) : Rp. 56.500,-




Bakteri?
LENYAP



Ayo buktikan sendiri keampuhannya!
Segera order : 08233 100 7753 / 08581 5050 270


ATAU
Ingin jadi reseller (jual kembali)...???
BISA! HARGA SPESIAL..!!!

SEGERA HUBUNGI :
08233 100 7753



dikelola oleh :
IMRON ROSYADI

 Distributor Resmi PT. NASA N-387643
JL. ARJUNA RT.02 RW.04 SENTUL PURWODADI PASURUAN

Facebook : irosyadi92@yahoo.co.id
PIN BB : 7B5BCBE8
Nomor Handphone aktif :
08233 100 7753

VITERNA Plus Vitamin Ternak Organik


VITERNA Plus Vitamin Ternak Organik Nasa
VITERNA Plus – Vitamin Ternak Organik merupakan suplemen pakan ternak dari PT Natural Nusantara. Produk vitamin ternak alami ini diolah dari bermacam-macam bahan alami dari hewan serta tumbuhan) yang berguna sebagai penyedia zat-zat yang diperlukan hewan ternak yang memenuhi Aspek K3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian). VITERNA Plus merupakan produk alami sehingga aman untuk kesehatan dan kelestarian lingkungan.
Gambar Viterna Plus Nasa Natural Nusantara

Manfaat Penggunaan VITERNA Plus Nasa

  1. Meningkatkan kuantitas daging (peningkatan ADG / Average Daily Gain bagi sapi dan peningkatan bobot bagi ayam)
  2. Meningkatkan kualitas daging ternak dengan mengurangi kandungan kolesterol.
  3. Meningkatkan kesehatan hewan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit)
  4. Memacu enzim-enzim pencernaan hewan ternak.
  5. Menyediakan mineral-mineral esensial maupun non esensial.
  6. Menyediakan bermacam-macam nutrisi alami untuk meningkatkan pertumbuhan hewan ternak seperti protein, vitamin, lemak, dsb.
  7. Menambah kandungan asam lemak didalam rumen atau lambung ternak.
  8. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pakan (TDN).
  9. Mempercepat pertumbuhan ternak dengan menyediakan hormon pertumbuhan alami.
  10. Meningkatkan nafsu makan hewan ternak.
  11. Mengurangi bau kotoran ayam.

CARA PEMAKAIAN VITERNA PLUS:

  • Ternak Besar : Sapi, Kerbau, Kuda, dll. 5-10 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (Komboran)
  • Ternak Kecil : Kambing, Kelinci, Babi dll. 4-8 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (Komboran)
  • Ternak Unggas : Ayam, Itik, dll. 1-2 cc/lt air minum setiap hari satu kali.
  • Dapat juga ditambahkan dengan HORMONIK dengan komposisi 1-2 tutup HORMONIK : 1 botol VITERNA Plus
Dapatkan VITERNA Plus Vitamin ternak organik Nasa di Distributor Resmi Imron Rosyadi HP.082331007753 Atau BB 7B5BCBE8

Produk Nasa Pilihan

12 THOUGHTS ON “VITERNA PLUS VITAMIN TERNAK ORGANIK

Kamis, 01 Mei 2014

Viterna Tingkatkan Volume Susu Sapi Perah


(peternak sapi perah)


Saya memiliki Sapi Perah 6 ekor dengan jenis sapi PFH yang umur-nya bervariasi. Ada yang berumur 7 tahun, ada yang 2 tahun, dan 2,5 tahun. Sudah 6 bulan ini saya mencoba menggunakan produk VITERNA  PLUS dan hasilnya cukup memuaskan. 
Dosis VITERNA PLUS yang digunakan adalah 1 tutup botol per ekor per hari, yang dicampurkan pada komboran atau pakan basah diberikan pada siang hari. Perlu diketahui dahulu saya (Bp.Sofyani) menggunakan mineral sintetik. Jadi selama ini cukup menggunakan VITERNA PLUS saja hasilnya lebih efisien, Selain itu nafsu makan Sapi juga lebih tinggi.
Ada beberapa perbedaan yang cukup bagus setelah saya menggunakan produk VITERNA PLUS ini, dari segi rata-rata produksi susu harian untuk per ekor sapi yang menggunakan VITERNA PLUS adalah 17 liter susu, sebelum menggunakan produk VITERNA PLUS warna susunya agak kekuning-kuningan, sedang setelah menggunakan produk VITERNA PLUS ini warna susu nya putih bersih.
Susu Sapi disini biasanya digunakan untuk membuat dangke (Makanan Khas Semacam Keju) yang harganya makanan tersebut biasanya Rp. 6000,- Dengan penggunaan produk VITERNA PLUS ada peningkatan hingga "2 Dangke" sebagai catatan 1 Dangke volumenya berkisar antara 1,25 liter - 1,5 liter. Jadi kalau 2 Dangke maka ada peningkatan 3 liter susu setiap harinya.
Keuntungan lain setelah menggunakan VITERNA PLUS, lalat-lalat hampir tidak ada yang mendatangi kotoran sapi dan kotoran sapipun juga hampir tidak berbau. Selain itu, Sapi yang agak malas makan setelah menggunakan produk VITERNA PLUS nafsu makanya menjadi tinggi. 
Saya mengajak seluruh peternak sapi perah untuk menggunakan VITERNA PLUS, karena saya sudah membuktikanya sendiri.

By viternaplus.com
08233 100 7753

Viterna Plus Memacu Pertumbuhan Ayam Kampung Super


Ditemui di rumahnya di wilayah turi, Sleman, Bapak Darmo Broto (43 tahun) berbagi cerita tentang keberhasilanya beternak Ayam Kampung Super. Ditanya kenapa tertarik untuk beternak ayam kampung super, Bapak 2 putra ini menjawab bahwa prospek bisnis Ayam Kampung Super ini sangat bagus. Dari sisi pemasaranya tidak sulit karena permintaan akan daging ayam semakin meningkat dari tahun ke tahun, apalagi ayam kampung yang terkenal memiliki cita rasa daging yang khas dan kadar kolesterol rendah sehingga saat ini kian diminati oleh konsumen.

Pemeliharaan Ayam Kampung Super juga tidak terlalu rumit dan tidak harus dengan kandang pemeliharaan yang luas sehingga dapat dijadikan usaha sambilan yang cukup menguntungkan.

Ditanya berapa keuntungan yang didapat dari memelihara Aam Kampung Super ini, Pak Broto mengungkapkan keuntungan yang didapat dari memelihara Ayam Kampung Super sebesar 2 juta rupiah untuk satu kali periode pemeliharaan sekitar 2 bulan dengan populasi 500 ekor ayam.

Harga DOC Ayam Kampung Super Rp. 4.200,- yang belum divaksin dan Rp. 4.300,- untuk DOC ayam kampng Super yang telah di vaksin. Harga jual Ayam Kampung Super Umur 2 bulan dengan bobot 0,9 sampai 1 kg adalah Rp 22.000 sampai Rp 20.000 perkilogramnya di tingkat peternak, yang tentunya harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler. Kandang yang harus disiapkan juga tidak terlalu memakan biaya, karena tidak harus dengan kandang panggung seperti pemeliharaan ayam broiler, tetap kandan denan alas langsung tanah juga bisa ntuk pemeliharaan Ayam Kampung Super ini.

Meninjau kandang yang memuat 600 ekor ayam dengan kondisi yang sehat dan siap panen, Kami bertanya apa resep nya untuk menghasilkan ayam yang sehat ini ? Dijawab oleh pak Broto "kuncinya pada pakan yang nutrisinya bagus dan ditunjang dengan pemnberian VITERNA Plus dan POC NASA untuk kelengkapan vitaminnya".

Menurut pak Broto, keunggulan VITERNA Plus dan POC NASA adalah dapat merangsang nafsu makan ayam sehingga pertumbuhan ayam lebih cepat dibandingkan yang tidak diberi VITERNA Plus dan POC NASA.

Untuk menghemat pakan ayam nya, Pak Broto meramu pakan sendiri yang komposisinya terdiri dari jagung giling, bekatul, bungkil kelapa, dan tetes tebu yang difermentasi dengan probiotik.

VITERNA Plus dan POC NASA diberikan melalui air minum ayam dengan dosis 1 tutup botol kemasan VITERNA Plus dan POC NASA yang telah dioplos dijadikan satu lalu dicampurkan pada 5 liter air minum. Selain itu pemberian VITERNA Plus dan POC NASA dapat meningkatkan stamina dan kesehatan Ayam Kampung Super sehingga tidak mdah stress dan dapat menekan angka kematian. Dengan Produk ini,menurut Pak Broto angka kematian dibawah 5 % sedang yang tidak memakai produk ini bisa diatas 10 % angka kemaianya. Keunggulan lain dari VITERNA Plus dan POC NASA adalah mengurangi bau pada kotoran ayam, sehingga tidak mengganggu lingkungan.

Melihat keberhasilan Pak Broto Beternak Ayam Kampun Super bersama Produk VITERNA Plus dan POC NASA, Tidakkah Anda Tertarik Untuk Mencoba dan Membuktikanya